JAWABAN YANG TIDAK DISADARI


Pesan Imam al-GhazaliSayyidul Ayyam, Jumah Mubarakah…

Selepas menunaikan ibadah wajib yakni sholat jumat berjamaah, terbesit dalam benak saya untuk menulis intisari dari apa yang telah disampaikan oleh seorang khotib dalam khutbahnya.

Isi khutbah tersebut menyampaikan tentang enam pesan/nasehat seorang ‘alim ulama Islam terkenal yaitu Imam al-Ghazali, enam pesan yang harus selalu kita ingat, selalu kita waspadai dan selalu kita jaga. Apa ke-enam pesan/nasehat tersebut? Inilah intisari dari apa yang disampaikan oleh khotib itu.

Imam al-Ghazali memberikan enam pertanyaan untuk murid-muridnya, yang mana jawaban dari enam pertanyaan itu jarang kita sadari, padahal ke-enam jawaban itu sangatlah penting dan harus selalu kita ingat agar kita bisa terlepas dari ancaman api neraka.

Ke-enam pertanyaan itu adalah:

  1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
  2. Apa yang paling jauh dengan diri kita di dunia ini?
  3. Apa yang paling besar di dunia ini?
  4. Apa yang paling berat di dunia ini?
  5. Apa yang paling ringan di dunia ini? dan,
  6. Apa yang paling tajam di dunia ini?

Sekilas bila kita baca pertanyaan-pertanyaan tersebut tak jarang kita akan menjawab yang paling dekat yaitu ibu, keluarga, teman dsb; yang paling jauh adalah langit, bintang, planet dsb; yang paling besar itu matahari, gunung, dsb; yang paling berat yakni besi, gajah, baja dsb; yang paling ringan adalah kertas, angin, debu dsb; dan yang paling tajam adalah pedang dsb. Begitu pula dengan jawaban murid-murid Imam al-Ghazali.

Imam al-Ghazali membenarkan semua jawaban itu, tapi beliau memberikan jawaban yang lebih tepat dan benar. Apa jawaban dari ke-enam pertanyaan itu:

  1. Yang paling dekat adalah MATI [Mati itu adalah hal yang pasti, tak ada makhluk hidup yang abadi dan mati merupakan janji Allah “Setiap yang bernyawa pasti akan mati” Qs. Ali Imran: 185.]
  2. Yang paling jauh adalah MASA LALU [Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama yaitu berpedoman dengan Al’Qur’ an dan Hadits]
  3. Yang paling besar adalah HAWA NAFSU [Hawa nafsu, firman Allah: “Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka yg mempunyai hati tetapi tidak dipergunakan memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunkan untuk mendengar (ayat-ayat Allah), mereka sebagai ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai.” Qs. Al A’raf: 179. Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.]
  4. Yang paling berat adalah AMANAH [Firman Allah: ” Sesungguhnya kami telah mengemukakan Amanat kepada langit, bumi dan gunung mereka semua enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dst” Qs. Al-Ahzab: 72.]
  5. Yang paling ringan adalah MENINGGALKAN SHOLAT [Begitulah, banyak orang (muslim) yang  dengan mudah melalaikan kewajiban shalat karena terlena dengan gemerlap dunia. Fenomena seperti ini banyak kita temukan pada acara-acara TV yang melewati waktu shalat Maghrib, atau pada pertandingan sepakbola yang dimulai sebelum waktu Ashar dan selesai ketika adzan Maghrib berkumandang, acara kunjungan yang memakan waktu, jalan-jalan ke tempat rekreasi, dan sebagainya. Betapa merugi orang-orang yang  melalaikan kewjaiban shalat. Amalan pertama yang dihisab oleh Allah SWT dihari akhir adalah shalat. Shalat adalah tiang agama. Kalau shalat selalu ditegakkan lima kali dalam sehari semalam, maka insya Allah hal yang lain-lainnya juga baik, dengan catatan shalatnya dikerjakan dengan benar.]
  6. Yang paling tajam adalah LIDAH [Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri. Seperti sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam: “Tiada sesuatu yang lebih bisa memberatkan timbangan (kebaikan) orang mukmin pada hari kiamat, dari pada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah SWT membenci orang yang berkata kotor dan hina.” (HR. At-Tirmidzi)]

Inilah intisari dari khutbah yang disampaikan oleh khotib dalam khutbahnya, mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dan senantiasa bisa menjadi hamba-hamba Allah dan umat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam yg bisa memegang apa yg dipesankan oleh Imam al-Ghazali dan mengikuti apa yg telah ditulis dalam Al’ Qur’ an dan Hadits.

Advertisements

About Admin

Menyelami Dunia Aktivis...

Posted on 13 March 2015, in CORETAN PENA, PEMIKIRAN BIASA and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

NALAR PSIKOLOGI

Mengungkap Istilah, Konsep Teori para Tokoh Psikologi, serta Rekam Jejaknya dalam Lantunan Sejarah, Perkembangan, hingga Masa Kejayaan

KINI IN ACTION

Kembali Ke Islam, Kembali Ke Fitrah

ARTLESSLY FIT

Health & fitness in the most simple, cost-effective and straightforward ways

MEDITASITE

Fadlur Rahman Official Site

Obat Ambeien Indonesia

Mengobati Ambeien Atau Wasir Dengan Cepat Dan Aman Yakni Ace Maxs Obat Herbal Berkhasiat Tinggi

Jari Manis Indonesia

Aktivasi kekuatan Pikiran

Mega Putih Outbound Provider

Your Partner Of Improvement!

Wisata Kuliner Arema

Find Food For Mood

Melancholia

a pleasure of being sad.

Tips dan Tricks

Indahnya Bebagi

%d bloggers like this: