Allah Selalu Dihati


Allah Selalu DihatiMenurut Hadist, bahwa Rasulullah bersabda dalam hadist qutsi: ”aku jadikan pada manusia itu ada istana (qash). Didalam istana itu ada (shadr), didalam shadr itu ada kalbu (qalb), didalam qalb itu ada Fu’ad, didalam fu’ad itu ada syaghaf, didalam syaghaf itu ada lubb, didalam lubb ada sirr, dan didalam sirr itu ada aku (Ana). Susunan itu lebih jelas dalam gambar diatas. Hadist ini menjelaskan bahwa aku menjadi inti. Aku didalam hadist ini adalah Allah yang bersifat Ilahiyah.

 DADA (SHADR)

Dada, dalam bahasa Arab adalah shadr, yang juga berarti “hati dan akal.” Sebagai kata kerja, sh-d-r berarti pergi, memimpin, dan juga melawan menentang. Karena terletak diantara hati dan diri rendah (hawa nafsu), shadr dapat juga mengistilahkan hati terluar. Ia tempat bertemunya hati dan diri rendah, serta mencegah agar satu pihak melanggar pihak lainnya. Dada memimpin interaksi kita dengan dunia. Di dalamnya kita menentang dorongan-dororngan negatif diri rendah.

Dada adalah wilayah pertemuan utama antara kekuatan positif dan negatif di dalam diri kita, tempat kita diuji dengan kecenderungan-kecenderungan negatif kita. Jika kekutan positif kita kuat, maka dada dipenuhi oleh cahaya dan berada dibawah pengaruh jiwa ilimiah, yang terletak di lubuk hati terdalam. Di sisi lain, jika pembawaan negatif, seperti dengki, syahwat, dan kesombongan masuk kedalam dada, atau jika dada diliputi oleh kepedihan, penderitaan, ataupun tragedi dan langsung dalam waktu yang lama, maka dada akan dilingkupi kegelapan. Hati akan mengeras dan cahaya batiniah stasiun hati lainnya menjadi redup.

HATI (QALB)

Ketika dada kita telah dibersihkan dan hati kita telah terbuka, kita mulai mampu melampaui permukaan luar dan merasakan apa yang tersembunyi di dalam. Seperti disebutkan sebelumnya, perilaku yang melukai orang lain atau melanggar prinsip-prinsip spiritual umum (seperti kejujuran, ketulusan dan belas kasihan) cenderung akan menutup dan mengeraskan hati. Menjadi seorang darwis adalah memiliki hati yang lembut, peka, dan penuh pemahaman.

Pengetahuan hati. Nabi Muhammad bersabda, “Ada dua jenis pengetahuan: pengetahuan lidah dan pengetahuan hati, pengetahuan yang benar-benar berharga.” Di barat, kita terlalu menekankan pada “pengetahuan lidah,” atau mempelajari buku-salah satu tingkat kecerdasan buatan. Inilah batasan psikologi Barat tradisional, yang belum mengenal pengetahuan yang lebih dalam dari-hati kecerdasan utuh.

Takut kepada Tuhan. Hati adalah rumah takwa, yang kerap diartikan dengan “takut kepada Tuhan.” pada tingkat rendah, takwa bermakna rasa takut terhadap hukuman Tuhan. Bagi kaum sufi, takwa bermakna rasa takut akan kehilangan rasa cinta terhadap Tuhan, rasa kedekatan dengan Tuhan, dan cinta Tuhan. Mereka-yang takut kepada Tuhan dalam makna ini-menaati perintah Tuhan dengan senang hati, bukan karena rasa takut akan hukuman-Nya. Mungkin terjemahan yang paling tepat adalah “Menyadari kehadiran Tuhan.” Mereka mengatakan bahwa rasa takut kepada Tuhan membimbing kita melawan keraguan, penyembahan terhadap tuhan-tuhan palsu, ketidaksetiaan, ketidaktulusan dan kemunafikan.

HATI-LEBIH-DALAM (FU’AD)

Hati-lebih-dalam adalah tempat penglihatan batiniah dan inti cahaya makrifat berarti “kearifan batiniah” atau “pengetahuan hakikat spiritual.” Hati dan hati-lebih-dalam sangatlah berkaitan erat dan pada waktu tertentu, hampir tidak dapat dibedakan. Hati mengetahui sedangkan hati-lebih-dalam melihat. Mereka saling melengkapi, seperti halnya pengetahuan dan penglihatan. Jika pengetahuan dan penglihatan dipadukan, maka yang gaib menjadi nyata, dan keyakinan kita akan menguat.

Mereka yang memiliki pengetahuan tanpa penglihatan, seperti halnya para sarjana yang telah mempelajari sebuah negeri asing selama beberapa tahun, namun tidak pernah mengunjunginya. Berapapun banyaknya yang meraka pelajari dari kejauhan, tetap akan terdapat beberapa kekurangan dari pemahaman mereka.

LUBUK-HATI-TERDALAM (LUBB/INTI)

Luas dan cahaya lubuk-hati-terdalam, atau hatinya, tidak terperikan. Ia bagaikan sumbu raksasa yang tak bergeming, sementara segala sesuatu berputar mengelilinginya. Dalam bahasa Arab, Lubb, istilah untuk lubuk-hati-terdalam, bermakna “inti” dan “pemahaman batiniah”, yang merupakan dasar hakiki agama. seluruh cahaya hati lainnya didasari oleh cahaya kesatuan dan cahaya keunikan dari lubuk-hati-terdalam.

Lubuk-hati-terdalam dialiri oleh air kemurahan Tuhan. Akarnya didapati oleh cahaya-cahaya kepastian. Tuhan menumpuk lubuk-hati-terdalam secara langsung, tanpa perantara. Nafs dengan hasrat dan kelalaiannya, bahkan tidak dapat mendekatinya, dan pohon-pohonnya telah memancarkan cahaya iman.

“… tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu…”.

Advertisements

About Admin

Menyelami Dunia Aktivis...

Posted on 4 November 2013, in ARTIKEL, BELAJAR and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

KINI IN ACTION

Kembali Ke Islam, Kembali Ke Fitrah

ARTLESSLY FIT

Health & fitness in the most simple, cost-effective and straightforward ways

MEDITASITE

Fadlur Rahman Official Site

Obat Ambeien Indonesia

Mengobati Ambeien Atau Wasir Dengan Cepat Dan Aman Yakni Ace Maxs Obat Herbal Berkhasiat Tinggi

Jari Manis Indonesia

Aktivasi kekuatan Pikiran

Mega Putih Outbound Provider

Your Partner Of Improvement!

Wisata Kuliner Arema

Find Food For Mood

Melancholia

a pleasure of being sad.

Tips dan Tricks

Indahnya Bebagi

bcrita.com

Bercerita Mengenai Informasi dan Inspirasi Terkini

%d bloggers like this: